Di Indonesia, Pacaran Beda Agama Tak Bisa Nikah

By | 19 Agustus 2017

Di Indonesia, Pacaran Beda Agama Tak Bisa Nikah

Kita diciptakan secara berpasangan, sehingga terkadang pacaran beda agama bisa saja terjadi. Ada laki – laki ada perempuan, ada pria ada wanita, ada cowok ada cewek merupakan suatu bentuk hubungan yang tidak mungkin terlepas. Maksudnya, Tuhan bukan tanpa sebab menciptakan kedua jenis manusia tersebut. Perempuan diciptakan agar dipertemukan dengan laki – laki. Jadi, wajar apabila seorang laki – laki dan perempuan saling menyukasi satu sama lain.

Apalagi di jaman sekarang, kebanyakan remaja menjalin hubungan yang sangat dekat atau biasa yang kita kenal dengan istilah pacaran. Dari sekian banyak remaja memandang pacaran sebagai hal yang wajar untuk dilakukan dan bahkan menjadikan bahan untuk dapat dipamerkan kepada teman sebayanya.

Apa Itu Pacaran?

Pacaran merupakan aktivitas yang dilakukan karena adanya rasa suka antara remaja laki – laki dan perempuan, lama kelamaan mereka merasakan yang namanya cinta. Banyak yang mengatakan kalau cinta itu buta. Hal ini dijadikan alasan kebanyakan remaja memilih dan menyukai seseorang sesuai kehendaknya sendiri. Seperti laki – laki menyukai perempuan yang cantik dan tidak melihat latar belakangnya terlebih dahulu.

Sebenarnya bukan suatu yang terlarang apabila terjadi hal seperti ini, hanya saja yang dikhawatirkan apabila ternyata antara laki – laki dan perempuan tersebut memiliki perbedaan dalam hal keyakinan. Pasalnya di negara ini tidak hanya terdiri oleh satu agama saja melainkan banyak penganut ajaran – ajaran lainnya. Jadi, bukan suatu hal yang mustahil apabila ternyata ada pasangan yang berbeda kepercayaan.

Mungkinkah Pacara Beda Agama?

Mungkin sebagian orang ada yang menganggap pacaran dengan orang yang beda agama adalah hal yang tabu dan dilarang. Tapi ada juga yang menganggap sebagai hal yang wajar dilakukan asalkan keduanya dapat saling menerima dan tidak memaksakan kehendak.

Walaupun terlihat demikian tapi tentunya akan sangat susah menjalin hubungan seperti ini, bayangkan saja jika seorang laki – laki memiliki agama A dan perempuan memiliki agama B, dari cara beribadah saja sudah pasti berbeda apalagi dalam hal – hal lainnya. Di dalam islam, pacaran atau menjalin hubungan percintaan dengan orang yang berbeda agama tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pasangan – pasangan di Indonesia bahkan artis yang menjalin hubungan asmara berbeda agama malah menjerumuskan untuk mengikuti keyakinan pasangannya dan membuat dirinya keluar dari agama islam. Hal ini tentunya meresahkan penduduk muslim yang mendengar beritanya, walaupun memang memilih kepercayaan adalah hak bagi setiap warga negara.

Kita singkirkan terlebih dahulu masalah tentang pacaran dengan beda agama. Kita fokuskan kepada yang namanya pacaran. Pacaran tidak ada di dalam agama islam dan mungkin kebanyakan agama juga tidak menganjurkan remaja ataupun orang dewasa melakukannya. Karena takutnya dengan melakukan pacaran jadi banyak orang yang melakukan zina.

Sebaiknya melakukan hubungan percintaan dengan cara yang resmi sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa pacaran berbeda agama itu terserah kepada orang yang menjalaninya tapi jika menurut agama islam hal ini sangat tidak dianjurkan karena pacaran saja tidak boleh apalagi pacaran beda agama.

Tapi terlepas dari persoalan itu, kita harus bijak dalam memandang semuanya. Bahwa seseorang terkadang terlanjur suka pada orang lain, dan terkadang pula orang itu tidak terlalu mementingkan agama. Maka negara harus bisa menjadi penengah atas jalinan itu. Apakah harus jika seseorang beda agama menikah di luar negari? Atau menggadaikan agama dengan pernikahan? Dua-duanya adalah pilihan yang tak bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *