Catatan Apik Klub Liga Inggris Di Liga Champions 2017/2018

By | 7 Desember 2017

Catatan Apik Klub Liga Inggris Di Liga Champions 2017/2018

Tak ada yang menyangka, setelah beberapa musim para klub peserta liga champions eropa yang berasal dari liga inggris mampu melenggang sempurna ke fase knokout babak 16 besar. Setelah di musim sebelumnya, mereka kesulitan menembus babak itu. Tercatat hanya ada dua tim di musim sebelumnya. Tapi kini, dalam berita terbaru, kita tahu bahwa seluruh tim dari liga inggris masuk ke babak selanjutnya.

Itu artinya, dalam satu group mereka berada di posisi satu atau dua. Dengan jumlah group sebanyak 8 group. Jika dicatat, ada sejumlah catatan apik yang mereka bukukan pada musim ini. Padahal kebanyakan pelatih tim liga inggris selalu mengeluhkan jadwal kompetisi domestiknya.

Kira-kira catatan apik apa saja yang berhasil mereka bukukan di tahun ini? ini jawabanya:

  1. Jumlah peserta paling banyak

Jika dibandingkan dengan jumlah tim-tim dari negara lain, yang berasal dari liga inggris adalah yang paling banyak. Sejumlah 5 klub. Hal ini tak lepas dari fakta kemenangan MU di liga eropa tahun lalu. Kabar baiknya, tentu karena seluruh tim tersebut mampu lolos ke babak selanjutnya.

  1. Jumlah jawaran grup paling banyak

Ada 5 klub yang mewakili liga inggris pasa musim liga champihons tahun ini, dan semuanya maju sebagai jawaran grup. Terhitung hanya chealsea yang terjungkal di akhir laga. Itupun perolehan poinya sama dengan peringkat pertama. Bahkan klub seperti tothenham mampu jadi jawara grup padahal ia harus bersaing dengan real madrid dan dormunt.

  1. Mengalahkan musin sebelumnya

Jik dibandingkan dengan musim sebelumnya, tentu saja musim ini adalah musim yang hebat bagi klub liga inggris, mereka mampu melangkah ke babak selanjutnya, berbeda dengan musim sebelumnya. Terhitung hanya leicester yang mampu melakukanya.

Memang keperkasaan klub asalh liga inggris berbanding lurus dengan pengeluaran mereka yang rata-rata lebih mahal dibandingkan dengan klub asal negara lain. Maka sebenarnya sudah pantas bila mereka mampu melakukanya. Hanya saja sampai sejauh apa? Itu yang jadi pertanyaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *